01971 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001400122084002000136100001400156245003200170250001100202260003200213300002100245500140500266600002001671990002501691990002501716INLIS00000000000010420210618110225 a0010-0621000069ta210618 d f ind  a978-602-5734-54-0 a899.221 3 a899.221 3 TER s0 aTere Liye1 aSi Anak Cahaya /cTere Liye aCet. 1 aJakarta :bRepublika,c2018 a421 hlm ;c21 cm aKisah ini tentang gadis kecil yang bernama Nurmas yang hidup di kampung pedalaman. Hidup di masa awal kemerdekaan dimana semua serba terbatas, bahkan sekolahpun tidak menggunakan seragam dan tidak beralas kaki. Meskipun kehidupan di kampung sana tidaklah mudah, Nur tetap menjalani hidupnya dengan ceria. Nur kelas 5 SD saat cerita ini dimulai, dia pergi ke kota kabupaten seorang diri untung menemui dokter dan meminta obat bapaknya yang sakit sakitan, dengan hanya menaiki gerobak kerbau dan sampai di kota setelah melewati jarak 15 pal. Ketika musim paceklik tiba, persediaan bahan makanan di rumahpun sudah habis, Nur di minta mamaknya untuk menjual ikan di pasar, hasil berjualan itu harus dibelikannya bahan dapur namun Nur malah menghilangkan uang tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari bapaknya harus rela menjadi kuli di pasar yang hanya bua satu hari dalam seminggu itu. Untung bapaknya hanya menjadi kuli selama sehari. Nur memikirkan cara membantu orang tuanya, dia memulai usaha menjual gorengan dan kopi di stasiun kereta dekat kampung mereka. Dulu, bapak Nur pernah ikut kelompok komunis, namun setelah terjadi peristiwa tragis bapak Nur akhirnya taubat dan menikah dengan mamak. Peristiwa itu membuat seseorang menyimpan dendam dan pembalasan dendam itu akhirnya terjadi saat Nur kelas 6 sd. Dari peristiwa peristiwa itulah Nur disebut sebut sebagai si anak cahaya. 4aFiksi Indonesia a00142/PSMUH/Hib/2020 a00143/PSMUH/Hib/2020