PERAHU KERTAS /
Dee Lestari
text
Yogyakarta : Bentang,
2021
ind
Novel Perahu Kertas bertemakan persahabatan, percintaan, dan idealisme seseorang. Kisah ini berawal dengan seorang remaja laki-laki yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Akhir (SMA) bernama Keenan. Ia adalah laki-laki yang cerdas, mempunyai minat dan bakat dalam bidang seni melukis sangat kuat.
Keenan hanya bercita-cita menjadi seorang penulis, tidak ada cita-cita lain baginya. Akan tetapi, kesepakatan antara Keenan dengan sang ayah yang mengharuskan dirinya pergi meninggal Amsterdam untuk kuliah di Indonesia, tepatnya di Fakultas Ekonomi, Bandung.
Tokoh utama lain dalam novel ini ialah Kugy. Kugy merupakan perempuan unik, mempunyai daya imaji yang sangat tinggi, kemudian bisa dibilang ia berpenampilan eksentrik cenderung berantakan. Kugy hendak berkuliah di kampus yang sama dengan Keenan, di Bandung.
Sedari kecil, Kugy memang sudah mencintai dunia perdongengan. Maka dari itu, jangan heran bila dirinya mempunyai imajinasi tinggi. Ia memiliki koleksi dan taman bacaan, serta hobi menulis cerita dongeng. Tidak lain, ia hanya bercita-cita untuk menjadi juru dongeng.
Akan tetapi, dirinya menyadari bahwa penulis atau juru dongeng bukanlah suatu profesi atau pekerjaan yang ‘menghasilkan’ dan diterima oleh lingkungan kehidupannya. Kugy memiliki cara agar dirinya tidak jauh-jauh dari dunia kepenulisan, yakni dengan melanjutkan studinya di Fakultas Sastra.
Pertemuan antara Keenan dan Kugy berawal dari Eko dan Noni yang mana Eko merupakan sepupu dari Keenan, sedangkan Noni merupakan sahabat baik Kugy sedari kecil. Mereka semua, kecuali Noni, berpindah dari Jakarta dan kuliah di kampus yang sama di kota Bandung. Keenan, Kugi, Eko, dan Noni akhirnya menjadi sahabat baik.
Hingga akhirnya, Kugy dan Keenan memiliki rasa kagum antara satu sama lain dan mulai mengalami adanya perubahan. Dengan kata lain, tanpa memiliki kesempatan untuk bersuara, mereka sudah meletakkan hatinya masing-masing. Akan tetapi, keadaan saat itu memang tidak memungkinkan untuk mereka saling berbagi rasa.
Kugy sudah memiliki kekasih, bernama Joshua atau Kugy memanggilnya Ojos. Keenan yang saat itu belum memiliki kekasih, kemudian dicomblangkan oleh Eko dan Noni bernama Wanda, yakni seorang kurator muda dan bisa dikatakan bernasib sama dengan Keenan.
Hal itu terlihat bahwa Keenan dan Wanda memiliki minat dan bakat dalam bidang yang sama, yaitu melukis dan ingin menjadi seorang pelukis juga. Akan tetapi, orang tua dari mereka berdua tidak mengizinkan sebab para orang tuanya menganggap bahwa hanya dengan lukisan tidak dapat menghasilkan uang untuk kebutuhan hidup. Keenan dan Wanda memiliki hubungan yang semakin erat karena keduanya merasa jika mereka bernasib sama.
fiksi Indonesia, prosa Indonesia
URN:ISBN:978-979-979-1227-78-0