01481 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001300122084001900135100002000154245006300174250001100237260003500248300002800283500089000311600003701201990002501238INLIS00000000000122620230331084829 a0010-0323000120ta230331 d f ind  a978-623-6456-05-7 a899.2213 a899.2213 ERI g0 aErisca Febriani1 aGOODBYE DANIEL :b"Prekuel Dear Nathan) /cErisca Febriani aCet. 1 aDepok :bCoconuts Books,c2021 a352 hlm ;c14 x 20,5 cm aHal terberat dari kehilangan bukanlah perasaan ditinggalkan, melainkan berusaha menjalani kehidupan dengan sisa kenangan yang masih tersimpan di ingatan. Seandainya Nathan tahu waktu memang sesingkat itu, dia akan membuat lebih banyak kenangan dengan Daniel. Nathan tidak akan marah jika hanya segelas susu cokelat yang terhidang di atas meja makan. Dia tidak akan kesal jika Daniel mengganti acara televisi dengan tayangan kuis interaktif. Dia akan memilih mengalah membiarkan Daniel berada di posisi paling utama untuk menyambut kepulangan Papa dari kantor. Dia akan membiarkan Daniel meminjam seluruh kaus distro kesayangannya, bahkan tanpa harus meminta izin. Dia akan mengalah kalau Daniel mengambil kulit ayamnya yang sengaja disisakan untuk dimakan terakhir. Dia juga rela mendengar teriakan Daniel mengganggu tidur siangnya, karena kini dia tidak bisa melakukan itu lagi. 4afiksi Indonesia, prosa Indonesia a02099/PSMUH/Hib/2023