01642 2200205 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059082001300100084001900113100001700132245004900149250001100198260003600209300002600245500110300271600003701374990002501411INLIS00000000000146120230804103317 a0010-0823000008ta230804 d f ind  a899.2213 a899.2213 WAH k0 aWahyu Sujani1 aKETIKA TUHAN JATUH CINTA (2) /cWahyu Sujani aCet. 1 aYogyakarta :bDiva Press,c2010 a406 hlm ;c14 x 19 cm aDi luar jendela, bulan yang sempurna mengambang di atas pepohonan hingga daun pun berwarna keperakan tertimpa sinarnya, la tampak malu-malu memperhatikan dua insan yang sedang menyempurnakan ibadahnya. Atau mungkin bahkan cemburu melihat cinta suci mereka. Perlahan, tapi pasti, bulan itu mulai merunduk, lalu mengintip dari balik rimbunnya dedaunan, hingga akhirnya tak bisa melihat lagi ketika jendela itu ditutup.... Laju hidup dan cinta Fikri, tokoh utama dalam novel dwilbgi Jatuh Cinta ini, sungguh penuh liku yang kadang begitu ras kekuatan hidup! ita-Nya atas kejernihan spiritual dan kepekaan [rasa kemanusiaan Fikri y§ry% demikian menonjol, Allah terus mengujinya dengan banyak cara. Dan, dialih manusia tegar yang tidak pernah putus asa! Dia jugalah sosok lelaki yang layak dicintai siapa pun, terutama para perempuan! Dan, Fikri harus memilih satu dari sekian yang pernah menyentuh hatinya. Lantas, siapakah perempuan yang akhirnya dihadiahkan Tuhan untuknya? Lidyakah? Shirakah? Lenikah? Alzenakah? Atau, ada yang lain lagi? Sekali lagi, namanya Fikri, seorang seniman pasir.... 4afiksi Indonesia, prosa Indonesia a02339/PSMUH/Hib/2022