01481 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001000122084001600132100001900148245009200167250001100259260004200270300004200312520081600354600003101170990002501201990002501226INLIS00000000000027420211027103933 a0010-1021000085ta211027 d 0 ind  a978-623-244-036-4 a153.8 a153.8 ROF b0 aRofi Ali Majid1 aBerdamai Dengan Hidup Pas-Pasan :bSeni hidup sederhana namun bahagia /cRofi Ali Majid aCet. 1 aYogyakarta :bPsikologi Corner,c2019 a204 hlm :bTerdapat Gambar ;c20,5 cm aMulanya kita akan diajak untuk memahami keberadaan diri kita sebagai manusia yang ada di dunia. Perubahan demi perubahan kebudayaan manusia di tiap masanya, hingga kondisinya menjadi seperti sekarang ini: Apa pun dapat diukur dengan uang dan orang-orang berlomba untuk memiliki harta yang lebih banyak. Lepas dari masalah tersebut, kita akan mencari tahu mengenai awal mula hasrat manusia untuk memiliki. Kenapa manusia suka memiliki benda-benda dan berlomba-lomba mendapatkannya? Kita akan membicarakan hubungan pria dengan wanita, konsep uang, dan konsep modal yang tak bisa lepas dari kehidupan. Semuanya akan bermuara pada besarnya hasrat kita untuk memiliki banyak harta. Nah, pada akhirnya nanti kita akan mengetahui bahwa sebenar-benar dan sebahagia-bahagianya hidup adalah hidup dengan gaya pas-pasan 4aKemauan, pengendalian diri a00346/PSMUH/Bos/2020 a00346/PSMUH/Bos/2020