01742 2200217 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001100122084001700133100001600150245007000166250001100236260003500247300002100282500116500303600003101468990002501499INLIS00000000000039620220124082437 a0010-0122000039ta220124 d 0 ind  a978-602-7633-23-0 a922.98 a922.98 ENO s0 aEnok Hendra1 aSiti Hajar :bKetaatan dan ketakwaan seorang istri /cEnok Hendra aCet. 1 aJakarta :bAl Maghfiroh,c2013 a228 hlm ;c19 cm aAkankah rindunya mendera-dera sampai darah menjadi nanah? Membiarkan ia selalu setia menunggu sang kekasih di lautan gurun tandus tanpa ada setitik pun tanda-tanda kehidupan. Yang ada hanyalah bebatuan dan badai gurun yang mengancam ia dan bayi lemah di pangkuannya. Ia tak pernah putus asa, darah itu urung menjadi nanah karena hidupnya penuh optimis, sehingga fatamorgana pun ia anggap sebagai air untuk penghilang dahaga sang bayi yang telah kering air susunya. Dan sungai bening dari matanya itu terus mengalir hangat sampai tak habisnya menyulap keberadaan sumur Zamzam hingga kini. Kenapakah ia harus menjalani sedemikian derita sepanjang hayatnya? Derita tak berujung, bahkan anak terkasih yang didekapnya akhirnya harus disembelih atas nama Allah.. tiada lain derita itu adalah konsekuensi bagi hamba sahaja berkulit hitam legam yang telah tertambat hatinya pada Sang Maha Pencipta. Ia adalah Siti Hajar, wanita suci yang selalu yakin dengan keteguhan imannya yang sempurna tanpa cacat. Walau dunianya tak pernah mencium aroma yang nikmat tapi ia mampu menciptakan dada bumi (Mekkah Almukarromah) adalah buah kesabaran yang nyata bagi para istri. 4aBiografi Tokoh Agama Islam a00939/PSMUH/Bos/2020