Cite This        Tampung        Export Record
Judul Tuhan, Aku Ingin Menjadi Malaikat Kecil-Mu / Eidelweis Almira
Pengarang Eidelweis Almira
EDISI Cet. 1
Penerbitan Jakarta : Euthenia, 2015
Deskripsi Fisik 152 hlm ;13 x 19 cm
ISBN 978-602-1010-78-5
Subjek Fiksi Indonesia
Catatan "Tangan mungilku memohon untuk kau jadikan aku anak yang berguna bagi sesama.Dan Mungkin aku bukan anak yang baik selama ini,namun di ujung nafasku ,aku ingin meminta padamu jadikan aku kini anak yang mengerti dan mau berbagi-bagi pada orang lain."Kata-kata ini terdapat pada sampul buku.Ada lima cerpen di sajikan dalam Novel ini,Kelimanya berpola sama,penuturan monoton tanpa jiwa,denagn narasi yanga baik dan ending yang sama yaitu kematian. menurut tulisan yang ditulis di sampul buku ,buku ini berdasarkan kisah nyata Rumah Asa Gege adalah anak orang kaya dengan keadaan orang tua sibuk kerja.Gege dan kakaknya Tito dibesarkan oleh harta dan pembatunya,tetapi Gege mempunyai hati yang mulia yang ingin membangun sebuah rumah untuk pendidikan anak-anak yang tidak mampu.Namun di saat Gege ingin merenovasi rumah asa itu tidak tidak mempunyai uang ,uang jajan-nya pun habis,bahkan barang-barang mahal yang di beli orangtuanya pun habis ia jual untuk merenovasi rumah asa itu.Terpaksa dia pinjam kepada kakanya Tito yang sakit-sakitan tetapi sangat baik dan peduli kepada adikkya.Gege pun menjelaskan kepada kakanya Tito supaya memberi dia sumbangan uang dan menjelaskan supaya kakaknya Tito dan teman-teman kakanya mau mengajar anak-anak sehingga Tito pun menyumbang untuk rumah asa. Gege pun mengajak kakanya Tito untuk melihat rumah asa dan mengenalkan-nya kepada anak-anak.namun disaat tito mengambil uang tiba-tiba mimisan dan susah bergerak Tito pun segera memberi kabar untuk membeli tisu kepada adkinya Gege yang sedang membeli air putih untuk kakanya .Gege pun melihat kakanya yang mimisan,ia pun segera lari ke tempat itu tanpa melihat kanan-kiri,dan tanpa ia sadari bahwa ada mobil yang melaju kencang dan akhirnya ia tertabrak dan meninggal. Anggrek Jingga Anggrek adalah anak yang baik dan suka membantu sesama yang kaya tetapi Anggrek sakit-sakitan, dan sangat peduli terhadap orang lain. Anggrek tidak mempunyai teman karena suka dimarahin ibu-nya yang tidak boleh keluar rumah dan tidak boleh beramain,karena itu Anggrek suka main kerumah panti asuhan yang berada di sekitar kompleks rumahnya ,disana Anggrek mempunyai banyak teman tidak seperti dirumahnya yang orangtuanya sibuk kerja dan hanya ditemenin pembantu rumahnya ,Anggrek pun suka mengajak pembantu -nya Pak Joko untuk bermain ke panti asuhan tanpa sepengetahuan ibu nya.Anggrek ingin menyumbang panti asuhan tersebut dengan cara mangambil uang ibu nya yang ada di kartu tabungan nya.Disaat Anggrek sedang bemain di panti asuhan tiba-tiba ia mendadak panas dan ibu panti asuhan pun segera menelepon orangtaunya dan langsung bergegas dan keadaan Anggrek pun semakin kritis dan Anggrek pun menghembuskan nafas terakhirnya di panti asuhan . Mancing mania Tentang Adi lagi-lagi anak orang kaya, Adi yang hanya dibesarkan oleh ibunya doang karena orang tua-nya sudah bercerai sejak Adi masih kecil, tetapi Adi sehari-hari-nya hanya ditemani oleh pembantu-nya karena ibu-nya sibuk dengan kerjanya sehingga ia kurang perhatian.Adi yang suka hobinya memancing karena keturunan ayahnya yang suka memancing tetapi ibunya mengarahkan-nya untuk menjadi model sehingga diikutkan eskul fashion show,tetapi semua itu Adi membatahnya.Adi mempunyai adik yang masih TK, yang bernama Dila, Dila juga kurang kasih sayang seperti kakanya Adi, dia membuat kesepakatan dengan ibunya, Adi mau ikut fashion show asalkan ibunya mau menjemput dila dari sekolahnya,dan disepakati oleh ibunya,tetapi saat itu Adi malah kabur untuk memancing dengan supirnya Adi pun mempersiapkan semua pelaratannya,pada saat itu hujan sangat lebat dan tiba-tiba supirnya ada urusan mendadak, Adi pun nekad berangkat sendirian ke hutan untuk pergi memancing padahal jalannya basah dan licin, ketika adi sedang memancing hujan semakin lebat, tiba-tiba petir pun menyambar pohon besar yang ada didekat Adi, sehingga ia tertimbun oleh pohon itu,warga sekitar situ pun langsung menolong Adi dan segera memberi kabar kepada ibu Adi, sebelum ambulan datang pun Adi sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Demi adikku Anti adalah anak yang pintar dan rajin,ia anak yang kurang mampu tetapi ia mempunyai teman yang kaya yang malas mengerjakan pr, ia ditinggal ibunya sejak bangku SMP,sehingga ia tinggal dengan ayahnya dan kedua adikknya , ia mempunyai dua adik yang bernama Ari dan Rini . Ayah nya yang bekerja keras untuk memberi nafkah ke tiga anaknya agar mereka bisa hidup layak dan bisa sekolah , Anti sebagai anak yang paling tua selalu mengerjakan tugas rumah dan selalu mencari uang tambahan untuk meringkan beban bapaknya.Ia ingin memberikan hadiah untuk baju koo untuk bapaknya, dan ingin membawa Riri kedokter jika Riri kumat sakitnya, sehingga ia menjual kunci jawaban pr-nya dan mejual hasil kerajinan tangannya yaitu kartu ucapan yang terbuat dari enceng gondok.Meskipun penghasilannya sedikit tetapi ia meringkan sedikit beban Bapaknya,setiap hari Ia menjual tugas jawabannya kepada anak orang kaya yang malas mengerjakan pr, suatu hari temannya memesan 5 kartu ucapan untuk ulang tahun saudaranya,tetapi temannya meminta kartu ucapannya selesai besok.Ia pun segera pulang dan mengerjakan kartu ucapan itu,tetapi hari juga belum malam,sehingga Ia langsung mengantarkan ke rumah temannya dengan menggunakan sepeda, ketika dijalan Anti bertemu dengan Toni yang sangat mencintai Anti, tetapi Anti sangat cuek terhadapnya malahan Toni menuturkan Anti dari belakang, sebelum pergi Ia menitipkan pesan kepada adiknya Ari untuk selalu menjaga Rini dan menyayangi bapaknya,disaat itu juga Anti tidak mau diantar oleh Adikknya.Ketika Ia menyebrang jalan, Ia tidak tahu bahwa ada sepeda motor yang melintas dengan sangat cepat.Akhirnya Ia tertabrak sepeda motor itu,dan si penabrak langsung melarikan diri dan Toni pun kaget,tiba-tiba Adi ada dibelakang dan menanyakan keadaan Anti, tetapi nyawa Anti tidak pun tertolong. Basri anak yang baik Basri adalah anak yang baik,Ia mempunyai kakak yang bernama Hamidah yang hanya lulus SMP karena keterbatasanbiaya sedangkan Basri melanjutkan ke SMA, Ia berasal dari anak yang kedua orangtuanya hanya penjual gorengan sehingga Hamidah mengurus keluarganyadan membantu menjual gorengan dari kampung ke kampung lain ,meskipun Basri sikapnya kurang sopan kepada kakanya Hamidah ,tetapi Ia sangat ingin menolong teman-teman yang tidak membawa bekal kesekolah,Basri setiap hari hanya membawa gorengan kesekolah tidak uang jajan karena Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu,terkadang kalau basri bangun kesiangan karena tidak menyisikan gorengan nya,Ia mengajak teman-temannya itu kegerobak gorengan Emaknya yang ada didepan gerbang sekolahnya secara gratis.Ketika itu basri di kasih nasehat oleh Bapa nya supaya memanggil kakanya itu dengan sebutan kakak bukan nama,ketika sedang makan basri di suruh oleh Emaknya untuk mengantarkan makanan rendangnya kepada Ayah dan Kakanya yang sedang berjualan, ketika sampai di sana basri menyebut kakanya dari kejauhan dengan panggilan kakak tidak dengan nama nya lagi, Hamidah pun aneh.ketika sedang menyebrang Ia ditabrak mobil yang melaju kencang,dan Hamidah pun segera berlari ke arah Basri dan meminta Ayahnya untuk menelepon ambulan tetapi nyawa Basri pun tidak tertolong.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Novel
Target Pembaca Remaja

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000000212 899.221 3 EID t Dapat dipinjam Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh - SMA Muhammadiyah 2 Kota Tangerang Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000150
005 20210906013216
007 ta
008 210906################d##########f#ind##
020 # # $a 978-602-1010-78-5
035 # # $a 0010-0921000004
082 # # $a 899.221 3
084 # # $a 899.221 3 EID t
100 0 # $a Eidelweis Almira
245 1 # $a Tuhan, Aku Ingin Menjadi Malaikat Kecil-Mu /$c Eidelweis Almira
250 # # $a Cet. 1
260 # # $a Jakarta :$b Euthenia,$c 2015
300 # # $a 152 hlm ; $c 13 x 19 cm
500 # # $a "Tangan mungilku memohon untuk kau jadikan aku anak yang berguna bagi sesama.Dan Mungkin aku bukan anak yang baik selama ini,namun di ujung nafasku ,aku ingin meminta padamu jadikan aku kini anak yang mengerti dan mau berbagi-bagi pada orang lain."Kata-kata ini terdapat pada sampul buku.Ada lima cerpen di sajikan dalam Novel ini,Kelimanya berpola sama,penuturan monoton tanpa jiwa,denagn narasi yanga baik dan ending yang sama yaitu kematian. menurut tulisan yang ditulis di sampul buku ,buku ini berdasarkan kisah nyata Rumah Asa Gege adalah anak orang kaya dengan keadaan orang tua sibuk kerja.Gege dan kakaknya Tito dibesarkan oleh harta dan pembatunya,tetapi Gege mempunyai hati yang mulia yang ingin membangun sebuah rumah untuk pendidikan anak-anak yang tidak mampu.Namun di saat Gege ingin merenovasi rumah asa itu tidak tidak mempunyai uang ,uang jajan-nya pun habis,bahkan barang-barang mahal yang di beli orangtuanya pun habis ia jual untuk merenovasi rumah asa itu.Terpaksa dia pinjam kepada kakanya Tito yang sakit-sakitan tetapi sangat baik dan peduli kepada adikkya.Gege pun menjelaskan kepada kakanya Tito supaya memberi dia sumbangan uang dan menjelaskan supaya kakaknya Tito dan teman-teman kakanya mau mengajar anak-anak sehingga Tito pun menyumbang untuk rumah asa. Gege pun mengajak kakanya Tito untuk melihat rumah asa dan mengenalkan-nya kepada anak-anak.namun disaat tito mengambil uang tiba-tiba mimisan dan susah bergerak Tito pun segera memberi kabar untuk membeli tisu kepada adkinya Gege yang sedang membeli air putih untuk kakanya .Gege pun melihat kakanya yang mimisan,ia pun segera lari ke tempat itu tanpa melihat kanan-kiri,dan tanpa ia sadari bahwa ada mobil yang melaju kencang dan akhirnya ia tertabrak dan meninggal. Anggrek Jingga Anggrek adalah anak yang baik dan suka membantu sesama yang kaya tetapi Anggrek sakit-sakitan, dan sangat peduli terhadap orang lain. Anggrek tidak mempunyai teman karena suka dimarahin ibu-nya yang tidak boleh keluar rumah dan tidak boleh beramain,karena itu Anggrek suka main kerumah panti asuhan yang berada di sekitar kompleks rumahnya ,disana Anggrek mempunyai banyak teman tidak seperti dirumahnya yang orangtuanya sibuk kerja dan hanya ditemenin pembantu rumahnya ,Anggrek pun suka mengajak pembantu -nya Pak Joko untuk bermain ke panti asuhan tanpa sepengetahuan ibu nya.Anggrek ingin menyumbang panti asuhan tersebut dengan cara mangambil uang ibu nya yang ada di kartu tabungan nya.Disaat Anggrek sedang bemain di panti asuhan tiba-tiba ia mendadak panas dan ibu panti asuhan pun segera menelepon orangtaunya dan langsung bergegas dan keadaan Anggrek pun semakin kritis dan Anggrek pun menghembuskan nafas terakhirnya di panti asuhan . Mancing mania Tentang Adi lagi-lagi anak orang kaya, Adi yang hanya dibesarkan oleh ibunya doang karena orang tua-nya sudah bercerai sejak Adi masih kecil, tetapi Adi sehari-hari-nya hanya ditemani oleh pembantu-nya karena ibu-nya sibuk dengan kerjanya sehingga ia kurang perhatian.Adi yang suka hobinya memancing karena keturunan ayahnya yang suka memancing tetapi ibunya mengarahkan-nya untuk menjadi model sehingga diikutkan eskul fashion show,tetapi semua itu Adi membatahnya.Adi mempunyai adik yang masih TK, yang bernama Dila, Dila juga kurang kasih sayang seperti kakanya Adi, dia membuat kesepakatan dengan ibunya, Adi mau ikut fashion show asalkan ibunya mau menjemput dila dari sekolahnya,dan disepakati oleh ibunya,tetapi saat itu Adi malah kabur untuk memancing dengan supirnya Adi pun mempersiapkan semua pelaratannya,pada saat itu hujan sangat lebat dan tiba-tiba supirnya ada urusan mendadak, Adi pun nekad berangkat sendirian ke hutan untuk pergi memancing padahal jalannya basah dan licin, ketika adi sedang memancing hujan semakin lebat, tiba-tiba petir pun menyambar pohon besar yang ada didekat Adi, sehingga ia tertimbun oleh pohon itu,warga sekitar situ pun langsung menolong Adi dan segera memberi kabar kepada ibu Adi, sebelum ambulan datang pun Adi sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Demi adikku Anti adalah anak yang pintar dan rajin,ia anak yang kurang mampu tetapi ia mempunyai teman yang kaya yang malas mengerjakan pr, ia ditinggal ibunya sejak bangku SMP,sehingga ia tinggal dengan ayahnya dan kedua adikknya , ia mempunyai dua adik yang bernama Ari dan Rini . Ayah nya yang bekerja keras untuk memberi nafkah ke tiga anaknya agar mereka bisa hidup layak dan bisa sekolah , Anti sebagai anak yang paling tua selalu mengerjakan tugas rumah dan selalu mencari uang tambahan untuk meringkan beban bapaknya.Ia ingin memberikan hadiah untuk baju koo untuk bapaknya, dan ingin membawa Riri kedokter jika Riri kumat sakitnya, sehingga ia menjual kunci jawaban pr-nya dan mejual hasil kerajinan tangannya yaitu kartu ucapan yang terbuat dari enceng gondok.Meskipun penghasilannya sedikit tetapi ia meringkan sedikit beban Bapaknya,setiap hari Ia menjual tugas jawabannya kepada anak orang kaya yang malas mengerjakan pr, suatu hari temannya memesan 5 kartu ucapan untuk ulang tahun saudaranya,tetapi temannya meminta kartu ucapannya selesai besok.Ia pun segera pulang dan mengerjakan kartu ucapan itu,tetapi hari juga belum malam,sehingga Ia langsung mengantarkan ke rumah temannya dengan menggunakan sepeda, ketika dijalan Anti bertemu dengan Toni yang sangat mencintai Anti, tetapi Anti sangat cuek terhadapnya malahan Toni menuturkan Anti dari belakang, sebelum pergi Ia menitipkan pesan kepada adiknya Ari untuk selalu menjaga Rini dan menyayangi bapaknya,disaat itu juga Anti tidak mau diantar oleh Adikknya.Ketika Ia menyebrang jalan, Ia tidak tahu bahwa ada sepeda motor yang melintas dengan sangat cepat.Akhirnya Ia tertabrak sepeda motor itu,dan si penabrak langsung melarikan diri dan Toni pun kaget,tiba-tiba Adi ada dibelakang dan menanyakan keadaan Anti, tetapi nyawa Anti tidak pun tertolong. Basri anak yang baik Basri adalah anak yang baik,Ia mempunyai kakak yang bernama Hamidah yang hanya lulus SMP karena keterbatasanbiaya sedangkan Basri melanjutkan ke SMA, Ia berasal dari anak yang kedua orangtuanya hanya penjual gorengan sehingga Hamidah mengurus keluarganyadan membantu menjual gorengan dari kampung ke kampung lain ,meskipun Basri sikapnya kurang sopan kepada kakanya Hamidah ,tetapi Ia sangat ingin menolong teman-teman yang tidak membawa bekal kesekolah,Basri setiap hari hanya membawa gorengan kesekolah tidak uang jajan karena Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu,terkadang kalau basri bangun kesiangan karena tidak menyisikan gorengan nya,Ia mengajak teman-temannya itu kegerobak gorengan Emaknya yang ada didepan gerbang sekolahnya secara gratis.Ketika itu basri di kasih nasehat oleh Bapa nya supaya memanggil kakanya itu dengan sebutan kakak bukan nama,ketika sedang makan basri di suruh oleh Emaknya untuk mengantarkan makanan rendangnya kepada Ayah dan Kakanya yang sedang berjualan, ketika sampai di sana basri menyebut kakanya dari kejauhan dengan panggilan kakak tidak dengan nama nya lagi, Hamidah pun aneh.ketika sedang menyebrang Ia ditabrak mobil yang melaju kencang,dan Hamidah pun segera berlari ke arah Basri dan meminta Ayahnya untuk menelepon ambulan tetapi nyawa Basri pun tidak tertolong.
600 # 4 $a Fiksi Indonesia
990 # # $a 00204/PSMUH/Bos/2019
Content Unduh katalog