Cite This        Tampung        Export Record
Judul Jeumpa Aceh / H.M. Zaenoeddin
Pengarang Zaenoeddin H.M.
Penerbitan Jakarta : Nusa Agung
Deskripsi Fisik 184 hlm ;20.7 cm
Subjek Koleksi Fiksi Lebih dari Satu Kesusastraan
Catatan Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1928. Kata jeumpa berarti bunga melur atau bunga melati. Bunga adalah lambang seorang puteri. Jadi perkataan Jeumpa Aceh berarti Puteri Aceh, yang tidak lain maksudnya ialah kiasan atas diri seorang pelaku utama dalam roman teisebut yang bernama Siti Saniah. Isinya menceritakan kehidupan seorang pemuda Aceh bernama Nya Amat, yang pada suatu hari tatkala naik kereta api bertemu dengan seorang gadis Aceh bernama Siti Saniah. Kebetulan pada waktu itu hari sedang hujan. Untuk menghindari air hujan masuk, Nya Amat minta izin kepada Siti Saniah untuk menutup jendela kereta api yang ada di dekatnya. Secara kebetulan cincin Nya Amat ketika itu jatuh ke dalam bakul Siti Saniah. Sejak itulah mereka berkenalan, dan kemudian keduanya menjalin percintaan. Hubungan mereka makin lama makin mesra, lebih-lebih karena keduanya sepaham tekadnya hendak memajukan bangsanya dan memberantas adat kawin paksa yang bersarang sangat kuat di dalammasyarakatnya. Nya Amat sendiri berhasil mendirikan beberapa sekolah. Akhirnya dengan pertolongan seorang wanita bernama Ny. Sulaiman, Nya Amat berhasil bertunangan dengan Siti Saniah. Dalam pada itu di Aceh ada seorang laki-laki bernama Teuku Banta Raman, anak seorang raja di Malaka. Karena kejamnya ia dibuang ke Aceh. Ia jatuh cinta kepada Siti Saniah, bahkan berkeinginan memperisterinya. Untuk mencapai maksudnya itu, dengan bantuan seorang nenek kebayan berhasillah ia menyuap orang tua Siti Saniah, yang dengan segera memutuskan pertunangan anaknya dengan Nya Amat. Terhadap pemutusan pertunangan itu, Nya Amat tidak dapat berbuat apa-apa kecuali hanya tinggal bersedih hati saja. Walaupun demikian namun masih juga ia dapat mengatasai perasaan sedihnya. Sebaliknya tentang diri Siti Saniah, karena tidak kuasa ia menolak kehendak orang tuanya yang memegang teguh adat daerahnya yang sangat kuat, ia pun jatuh sakit lahir dan batinnya sehingga tak lama kemudian meninggal.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Karya humor, satir, atau bentuk sastra serupa
Target Pembaca Remaja

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000000648 808.83 ZAE j Dapat dipinjam Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh - Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh Tersedia
00000000649 808.83 ZAE j Dapat dipinjam Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh - Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh Tersedia
00000000650 808.83 ZAE j Dapat dipinjam Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh - Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh Tersedia
00000000651 808.83 ZAE j Dapat dipinjam Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh - Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh Tersedia
00000000652 808.83 ZAE j Dapat dipinjam Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh - Perpustakaan Perguruan Muhammadiyah Cipondoh Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000000342
005 20211201122316
007 ta
008 211201################d##########h#ind##
035 # # $a 0010-1221000003
082 # # $a 808.83
084 # # $a 808.83 ZAE j
100 1 # $a Zaenoeddin H.M.
245 1 # $a Jeumpa Aceh /$c H.M. Zaenoeddin
260 # # $a Jakarta :$b Nusa Agung
300 # # $a 184 hlm ; $c 20.7 cm
500 # # $a Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1928. Kata jeumpa berarti bunga melur atau bunga melati. Bunga adalah lambang seorang puteri. Jadi perkataan Jeumpa Aceh berarti Puteri Aceh, yang tidak lain maksudnya ialah kiasan atas diri seorang pelaku utama dalam roman teisebut yang bernama Siti Saniah. Isinya menceritakan kehidupan seorang pemuda Aceh bernama Nya Amat, yang pada suatu hari tatkala naik kereta api bertemu dengan seorang gadis Aceh bernama Siti Saniah. Kebetulan pada waktu itu hari sedang hujan. Untuk menghindari air hujan masuk, Nya Amat minta izin kepada Siti Saniah untuk menutup jendela kereta api yang ada di dekatnya. Secara kebetulan cincin Nya Amat ketika itu jatuh ke dalam bakul Siti Saniah. Sejak itulah mereka berkenalan, dan kemudian keduanya menjalin percintaan. Hubungan mereka makin lama makin mesra, lebih-lebih karena keduanya sepaham tekadnya hendak memajukan bangsanya dan memberantas adat kawin paksa yang bersarang sangat kuat di dalammasyarakatnya. Nya Amat sendiri berhasil mendirikan beberapa sekolah. Akhirnya dengan pertolongan seorang wanita bernama Ny. Sulaiman, Nya Amat berhasil bertunangan dengan Siti Saniah. Dalam pada itu di Aceh ada seorang laki-laki bernama Teuku Banta Raman, anak seorang raja di Malaka. Karena kejamnya ia dibuang ke Aceh. Ia jatuh cinta kepada Siti Saniah, bahkan berkeinginan memperisterinya. Untuk mencapai maksudnya itu, dengan bantuan seorang nenek kebayan berhasillah ia menyuap orang tua Siti Saniah, yang dengan segera memutuskan pertunangan anaknya dengan Nya Amat. Terhadap pemutusan pertunangan itu, Nya Amat tidak dapat berbuat apa-apa kecuali hanya tinggal bersedih hati saja. Walaupun demikian namun masih juga ia dapat mengatasai perasaan sedihnya. Sebaliknya tentang diri Siti Saniah, karena tidak kuasa ia menolak kehendak orang tuanya yang memegang teguh adat daerahnya yang sangat kuat, ia pun jatuh sakit lahir dan batinnya sehingga tak lama kemudian meninggal.
600 # 4 $a Koleksi Fiksi Lebih dari Satu Kesusastraan
990 # # $a 00631/PSMUH/Hib/2005
990 # # $a 00632/PSMUH/Hib/2005
990 # # $a 00633/PSMUH/Hib/2005
990 # # $a 00634/PSMUH/Hib/2005
990 # # $a 00635/PSMUH/Hib/2005
Content Unduh katalog